Friday, May 8, 2015

Ledakan Bom Molotov, Hampir Menghanguskan Rumah Zainal



Kondisi Rumah Zainal Abidin yang dilempari bom molotov oleh OTK, Jum'at (08/05/15)


Lhokseumawe, haba RAKYAT
Jum’at (08/05/2015) pada pukul 04:05 WIB dini hari, Kota Lhokseumawe telah digemparkan dengan terjadinya sebuah insiden yang nyaris menghanguskan rumah Zainal Abidin (60), warga Dusun Kapten Yusuf Desa Meunasah Mesjid Kecamatan Muara Dua, yakni diduga ledakan sebuah bom molotov yang dilemparkan oleh orang tak dikenal.
Sejumlah informasi yang dikumpulkan habaRAKYAT pada lokasi kejadian, sebelum terjadinya insiden tersebut salah seorang warga setempat Anwar (40) sempat mendengar suara sepeda motor yang berhenti tepat didepan rumah Zainal Abidin dan tak lama kemudian disusul dengan terdengarnya suara ledakan sehingga membuat warga sekitar terbangun dari tidur mereka.
“Begitu kaget warga mendengar suara ledakan yang ternyata berasal dari rumah Zainal, dan nyaris menghanguskan rumahnya itu. Namun warga setempat berhasil membantu medamkan api akibat dari ledakan tersebut”, ujar Anwar. Zainal Abidin kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polres Kota Lhokseumawe.
Dalam insiden ledakan tersebut tidak ada korban jiwa, hanya dua unit kursi yang berada diteras rumah korban hangus terbakar. Sementara pihak kepolisian masih melakukan penyidikan di tempat kejadian perkara (TKP). (hR/Syukri MD)

Friday, May 1, 2015

Inilah Beberapa Bahaya Pacaran yang Harus Anda Ketahui | Donya Lam Beurita

Inilah Beberapa Bahaya Pacaran yang Harus Anda Ketahui | Donya Lam Beurita

Inilah Beberapa Bahaya Pacaran yang Harus Anda Ketahui

Dalam islam, bahaya pacaran tidak diragukan lagi kebenarannya karena itu merupakan perbuatan yang jelas-jelas sudah dilarang dalam al-Quran. Namun sayangnya larangan tetap larangan, sedangkan orang yang mengerjakannya terus bertambah dari hari ke hari. Seolah-olah larangan telah berobah menjadi perintah, seperti pepatah bahasa Aceh "Ta tham lagee ta yue", yang artinya "kita larang bagaikan kita perintahkan". Untuk itu, tulisan-tulisan tentang bahaya pacaran perlu diperbanyak dan disebarkan agar para remaja khususnya dan siapa saja umumnya bisa mengerti dan menghindari perbuatan yang menjadi sumber perzinaan ini.

Beberapa Bahaya Pacaran Bagi Kaum Remaja

Tak dapat dipungkiri lagi bahwa kaum remaja lah yang paling rentan melakukan pacaran. Apalagi di akhir zaman ini, pacaran telah menjadi wabah yang hampir-hampir tak bisa dibendung lagi perkembangannya. Perkembangan teknologi yang semakin mutakhir telah mendobrak batas-batas pergaulan antara lelaki dan perempuan. Gadget yang canggih menjadi sarana paling efektif untuk memulai tindakan ini, sehingga tak aneh bila ada sebagian remaja yang malu bila tidak mempunyai pacar. Nauzubillah!

1. Pacaran menjadi awal terjadinya zina

Dalam al-Quran, Allah swt telah berfirman secara tegas untuk menhindari hal-hal yang bisa menjurus kepada perbuatan zina, dimana salah satunya adalah pacaran. Apalagi pacaran zaman sekarang, kalau tidak ada jalan-jalan rasanya kurang lengkap, kalau tidak berdua-duaan seolah tidak sah menjadi sepasang kekasih. Bila hal ini sudah dilakukan, besar kemungkinan akan terjerumus dalam perzinaan. Nauzubillah!

“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al Isra’: 32)

2. Pacaran dapat merusak masa depan

Seorang manusia yang hidup di dunia haruslah mempunyai cita-cita dan harapan yang ingin diraih. Bila itu tidak ada, maka hilanglah warna dunia. Dunia akan lesu, dan untuk menjadi khalifah di muka bumi seperti yang ditegaskan oleh Allah SWT sulit diwujudkan.

Pacaran, seperti yang terlihat sekarang tak dapat dipungkiri lagi adalah salah satu faktor yang menghalangi manusia dari tercapainya cita-cita. Bagaimana tidak, seorang gadis atau pemuda yang berpacaran hanya memikirkan kekasihnya, bahkan lebih jauh mereka akan membuang waktu dengan bermain-main berdua.

Dalam kaca mata agama, jelas itu dosa. Sedangkan dalam kamus keberhasilan, itu jelas penghalang utama kemajuan. Memang ada juga seseorang yang termotivasi dengan kekasihnya sehingga berhasil meraih cita-cita yang mereka dambakan. Tetapi kebanyakan kisah seperti ini adalah mereka tidak pernah bertemu dengan kekasihnya, apalagi membuang waktu dengan jalan-jalan atau semisalnya. Yang mereka lakukan hanya memendam saja perasaan cintanya dalam dada, kemudian itu dijadikan sebagai api pembakar semangat untuk meraih cita-cita, ya itu memang ada. Tapi ada berapakah kisah seperti itu?

Mungkin kita berkilah, mereka banyak kok yang pacaran tapi lihat sekarang, mereka telah jadi dokter, telah jadi pembisnis, telah jadi ini dan itu. Ya, bisa jadi mereka sukses walaupun setiap hari mereka habiskan untuk melakukan hubungan haram, namun seandainya mereka fokus dalam menjalani pelajarannya, mungkin kesuksesan mereka tidak sama dengan sekarang, tetapi lebih cemerlang dan lain daripada yang lain.

Apalagi perempuan, bila mereka telah jatuh cinta, hampir bisa dipastikan mereka akan banyak membuang waktu pada hal yang sia-sia. Karena memang sudah sifatnya perempuan itu sensitif, bila telah mencintai sulit berpikir yang lain selain kekasihnya. Ini memang telah dibuktikan semenjak dahulu.

3. Menyia-nyiakan harta orang tua

Jika engkau mengatakan pacaran itu gratis, tidak akan ada manusia yang percaya. Pacaran membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Terus darimana semua biaya itu didapat? Jelas jawabannya orang tua. Karena kebanyakan orang yang pacaran adalah para remaja, dan biasanya remaja belum mempunyai apa-apa. Sangat sulit mendapatkan seseorang dengan usia di bawah 25 tahun yang sudah mapan hidupnya. Padahal dalam usia inilah seseorang rentan melakukan pacaran.

Tidak semua orang tua itu orang kaya, kebanyakan malah harus memeras keringat untuk mendapatkan sedikit jajan buat anaknya. Ada yang sebagian malah berusaha menahan keinginan dirinya sendiri demi sang buah hati, mereka rela memupuskan asa walau untuk meneguk minuman dingin penuh warna, demi anaknya di sana. Tapi apa yang dilakukan sang anak, mereka bukan mempergunakannya untuk belajar atau pada tempat semestinya, tapi malah berfoya-foya dengan pasangannya, atau malah sedang asik minum minuman segar dengan anak gadis orang.

Akhirnya, pacaran tidak hanya mengundang murka Allah taa'la, tetapi juga turut mengkhianati orang tua.

Memang ada orang tua yang merelakan anaknya pacaran, tapi itu sangat sedikit. Kalau pun ada, maka patut dicurigai anak itu pun kadang lahir dari hubungan pacaran orang tuanya. Bisa jadi mereka ingin mengulang kisah yang sama pada anaknya, karena orang tua yang waras dan berpendidikan tidak akan merelakan anaknya dinikmati secara percuma, atau tidak akan membiarkan anaknya menikmati sebelum waktunya.

4. Pacaran terbukti secara ilmiah berbahaya

Seperti biasa, segala sesuatu yang telah diperintahkan syara' untuk menjalani atau menjauhinya pasti tersembunyi hikmah di situ, yang pada akhirnya akan terbukti secara ilmiah. Seperti halnya berdua-duaan dengan yang bukan mahram, baru-baru ini, sebuah riset ilmiah telah membuktikan sendiri kebenarannya.

Para peneliti di Universitas Valencia menegaskan bahwa seorang laki laki yang berduaan dengan seorang wanita menjadi pemicu utama naiknya sekresi hormon kortisol.
Kortisol adalah hormon yang bertanggung jawab terjadinya tegangan dalam tubuh. Meskipun subjek penelitian (seorang laki laki) yang diuji coba hanya dengan mengkhayalkan tentang seorang wanita dalam sebuah simulasi penelitian. Namun hal tersebut tidak mampu mencegah tubuh dari mengeluarkan hormon tersebut.

"Cukup anda duduk selama lima menit dengan seorang wanita. Dan anda akan membuktikan jika peningkatan hormon anda dalam proporsi tinggi betul betul nyata," inilah temuan studi ilmiah baru-baru ini yang dimuat pada Daily Telegraph!

Para ilmuwan mengatakan bahwa hormon kortisol sangat penting bagi tubuh dan berguna untuk kinerja tubuh tetapi dengan syarat mampu meningkatkan proporsi yang rendah, namun jika meningkatnya hormon dalam tubuh dan berulang terus proses tersebut, maka yang demikian dapat menyebabkan meningkatnya nafsu seksual.

Bentuk yang menyerupai alat proses hormon penelitian tersebut menyimpulkan bahwa tegangan yang tinggi hanya terjadi ketika seorang laki-laki berduaan dengan lawan jenis (bukan mahram), dan tegangan tersebut akan terus meningkat pada saat wanitanya memiliki daya tarik lebih besar!

Para peneliti mengatakan bahwa ketika ada lawan jenis disekitar pria, sang pria kemungkinan besar membayangkan bagaimana mulai membangun hubungan dengan sang wanita. Dan dalam penelitian lain, para ilmuwan menekankan bahwa situasi ini jika diulang (artinya jika keadaan seperti itu dibiarkan), bukan mustahil akan memunculkan berbagai penyakit kronis, masalah psikologis dan kehancuran moral yang teramat parah tingkatnya. Maka tak aneh lah bila Rasulullah saw selalu mengingatkan kita agar berhati hati terhadap wanita, bahwa bencana besar sepeninggal beliau berasal dari kaum wanita.

Sudah sejak 1500 tahun yang lalu Nabi saw bahkan memberi sinyal akan hal itu lewat sebuah hadits. "Tidaknya ada orang yang seorang laki-laki berkhalwat dengan wanita kecuali setan adalah yang ketiga."

Untuk itulah, bagaimanapun kita telusuri dan memaksakan diri untuk mencari nilai positif dari pacaran itu sangat sulit mendapatkannya, karena memang tidak ada. Kalau pun ada, pasti tidak sebanding dengan nilai negatif yang ditimbulkannya.


Penulis: al-Qurafy
Editor: Tgk Fahri

Wednesday, April 29, 2015

Kelestarian Lingkungan Terancam, Galian C Illegal Kian Merajalela

Hj. Nuraina, SKM,M.Si (Kepala Badan Lingkungan Hidup) Kabupaten Aceh Utara, Rabu (29/04/2015). hR/Syukri MD

Aceh Utara, haba RAKYAT
Dengan beragamnya pola hidup serta status sosial masyarakat, ditambah dengan kegiatan pertambangan yang berpotensi menimbulkan dampak buruk terhadap kelestarian lingkungan, sejumlah Kecamatan dalam lingkup Kabupaten Aceh Utara saat ini semakin terancam dengan adanya oknum-oknum terkait membuka usaha bahan galian golongan C secara Illegal.

Menurut amatan haba RAKYAT dapat dipastikan akan akibat terjadinya kerusakan lingkungan luar biasa bila hal ini terus dibiarkan terjadi, terlebih lagi akibat ulah tersebut bakal munculnya berbagai jenis penyakit pada masyarakat yang mungkin sebelumnya tidak ada atau jarang terjadi. Adanya perubahan kehidupan sosial, sehingga tidak jarang menimbulkan masalah akibat adanya perbedaan yang mungkin tidak bisa diterima masyarakat setempat. Hal tersebut memungkinkan akan timbulnya kerawanan keamanan yang dapat mengganggu ketentraman masyarakat sekitar bahkan terhadap lancaran pertambangan itu sendiri.

Hj. Nuraina, SKM, M.Si selaku Kepala Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Aceh Utara mengungkapkan “bahwa sejumlah galian C Illegal sampai saat ini masih aktif beroperasi sedikitnya di lima Kecamatan dalam lingkup Kabupaten Aceh Utara antara lain, Kecamatan Paya Bakong, Sawang, Langkahan, Cot Girek dan Geureudong Pase”, betapa hancurnya lingkungan hidup di Aceh Utara sekarang ini akibat ulah tangan-tangan oknum yang menjalankan usaha Galian C secara Illegal. Pada hal mereka tidak memiliki dokumen yang sah dalam operasional mereka secara resmi, ungkapnya.

Dengan tegas beliau juga menyatakan bahwa galian C yang beroperasi dilima Kecamatan tersebut telah melanggar Undang-undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan terhadap lingkungan hidup. “Mereka tidak mengelola tapi malah merusak lingkungan hidup, jelas-jelas mereka sudah melanggar UU No. 32 Tahun 2009,” ungkapnya lagi.

Salah satu proyek galian C Illegal yang membandel adalah milik perusahaan PT. Karya Syakila Group (PT. KSG) yang membukagalian C di Desa Alue Leuhop Kecamatan Cot Girek. “Wah, kalau yang di Alue Leuhop itu kerusakan lingkungan sudah mencapai 60% akibat galian C milik PT. Karya Syakila Group, itu Illegal. Selain itu di Kecamatan Paya Bakong juga parah,” tambahnya.

(hR/Syukri MD)

Mobilegeddon – Pembaruan Algoritma Google

Akhirnya datang juga, bersiaplah menghadapi Mobilegeddon.


Google, beberapa minggu lalu, telah mengumumkan bahwa pihaknya akan mengubah algoritma pencarian untuk mendukung website yang mobile friendly. Dengan membuat pengumuman ini, raksasa mesin pencari tersebut telah resmi membuat mobile friendly sebagai salah satu faktor peringkat utama. Website, halaman arahan, dan blog yang responsif (mobile friendly) akan mendapatkan peringkat yang lebih baik dari pada sebelumnya.

Pembaruan ini akan memiliki dampak besar pada hasil SERP. Dalam hal persentase, Google mengatakan bahwa lebih dari 70% dari situs, halaman arahan, dan blog akan merasakan dampak Mobilegeddon. Itu karena, hanya 40% dari situs di seluruh dunia saat ini yang responsif, dan hanya 65% dari perusahaan yang mengoptimalkan situs mereka untuk pengguna ponsel. Banyak ahli merasa bahwa pembaruan algoritma terbaru Google pasti memiliki dampak yang lebih besar daripada Penguin dan Panda.

Apakah Anda Siap untuk Perubahan?
Untuk mencegah kepanikan dan kebingungan di kalangan webmaster, raksasa teknologi itu telah melakukan dua hal:
Google telah menjelaskan apa yang dimaksud mobile friendly. Menurut Google, website yang termuat dengan baik pada layar ponsel, dengan ruang yang cukup antara link, navigasi user friendly, dan memiliki teks yang tidak sulit untuk dibaca – merupakan situs, halaman arahan, atau blog yang mobile friendly (ramah ponsel).
Google juga telah menawarkan alat baru untuk webmaster untuk memeriksa apakah situs web mereka secara memadai dioptimalkan untuk perangkat mobile. Selain itu, situs responsif akan terdaftar dengan tag ‘mobile friendly’ pada SERP mobile.

Mobilegeddon – Angin Perubahan?
Dengan diperkenalkannya Mobilegeddon, Google menunjukkan tanda-tanda yang menunjukkan perubahan arah. Beberapa ahli berpikir begitu. Mereka merasa bahwa sampai sekarang, motto Google adalah “Konten adalah Raja”. Konten yang relevan dan berkualitas masih merupakan faktor kunci dalam mengukur nilai sebuah situs, tapi ‘Pengalaman Pengguna’ secara perlahan mengejar. Banyak pengguna sekarang merasa situs yang menawarkan konten berkualitas, tetapi tingkat pengalaman pengguna di bawah rata-rata adalah kurang bermanfaat bagi pengunjung. Selain itu, hampir 65% dari lalu lintas web, saat ini, berasal dari perangkat mobile. Hal ini membuat pengalaman pengguna menjadi sesuatu yang kritis. Dalam hal perangkat mobile, representasi dari suatu halaman web, navigasi, dan ukuran teks memiliki dampak besar pada keberhasilan atau kegagalan sebuah situs web.

Setelah Terkena, apakah akan ada kesempatan lain?

Terkena pukulan Mobilegeddon bukanlah akhir dunia. Tentu, Anda mungkin akan melihat hampir 50% penurunan pada lalu lintas ke situs Anda. Tapi, Anda bisa cepat pulih dan kembali berada dalam daftar Google. Yang harus Anda lakukan adalah bertindak cepat dan mengoptimalkan situs Anda untuk perangkat mobile. Salam luar biasa.....

Monday, April 27, 2015

Exxon Mobil Akan Melakukan Penggusuran, Warga Nibong Cemas | Donya Lam Beurita

Exxon Mobil Akan Melakukan Penggusuran, Warga Nibong Cemas | Donya Lam Beurita

Exxon Mobil Akan Melakukan Penggusuran, Warga Nibong Cemas


Kondisi Rumah Ibu Habibah. Sabtu, (25/04/2015) foto/hR/Syukri MD


ACEH UTARA, haba RAKYAT
Terkait rencana akan dilakukannya penggusuran oleh pihak Perusahaan Exxon Mobil atau sering disebut MOI yakni salah satu proyek vital yang ada di Kabupaten Aceh Utara. Di sepajang areal jalan line pipe mulai dari Simpang Ceubrek sebagai sasaran target penggusuran, hingga menimbulkan kecemasan masyarakat yang tinggal di area tersebut, Sabtu (25/04).

Pasalnya kecemasan masyarakat mucul dikarenakan berbagai alasan sosial mereka antara lain salah seorang warga Nibong Kabupaten Aceh Utara bernama Habibah (55) tahun, turut merasakan kecemasan tersebut. Daerah Milik Jalan (DAMIJA) selama ini banyak warga sekitar lahan tersebut memanfaatkan sebagai lapak untuk berjualan bahkan sekaligus ada yang menjadikannya sebagai tempat tinggal mereka.

”Saya merasa cemas, selama ini pihak perusaan gencar melakukan penggusuran, jika kami di gusur tidak tau harus tinggal dimana”, ujar Habibah.

Habibah juga mengungkapkan, bahwa dirinya bersama keluarga telah menetap di lokasi tersebut selama satu tahun. Janda penjual gorengan tersebut berharap, jika ada penggusuran dari pihak perusahaan supaya ada santunan ganti rugi dari pihak perusahaan.

”Jikapun nantinya pihak Perusahaan Exxon Mobil bersi keras tetap akan menggusur, saya harap ada santunan ganti rugi sehingga dapat memperbaiki rumah tempat tinggal lama kami yang sudah tidak layak huni lagi, harap Habibah. (hR/Syukri MD)

Translate