Sunday, January 31, 2016

Ahok : Saya Belajar Dari Sikap Politik Irwandi Yusuf Pada Pilkada Aceh


Ahok : Saya Belajar Dari Sikap Politik Irwandi Yusuf Pada Pilkada Aceh



Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok akan kembali maju dalam pemilihan Gubernur DKI pada tahun 2017. Beliau akan maju melalui jalur independen seperti yang pernah dilakukan oleh mantan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf.

Ahok mengatakan bahwa dia belajar dari sikap politik dan keberanian Irwandi Yusuf  maju tanpa partai pada Pilkada Aceh 2012 lalu. Gubernur DKI tersebut juga menegaskan akan tetap mengumpulkan satu juta kartu tanda penduduk warga Jakarta sebagai syarat pencalonan gubernur melalui jalur independen.
“Irwandi Yusuf saja berani maju tanpa partai, masa Ahok tidak berani ” Ujar Ahok tegas.

Ahok juga menambahkan bahwa beliau tetap minta satu juta KTP. Jika KTP terkumpul itu nanti akan menjadi bukti kalau warga Ibukota ingin kita maju (jadi Gubernur) lagi  kata Ahok di Balai Kota.

Bimbim Slank Akan Bantu Ahok

Grup Rock Band legendari Indonesia Slank menyatakan bahwa mereka akan mendukung Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok untuk kembali maju dalam pemilihan Gubernur DKI pada tahun 2017. Bimbim sang Drummer Slank menyatakan kesiapannya untuk mendukung Ahok dari jalur independen.

“Saya, semua anak band dan anak Potlot telah memberikan Kartu Tanda Penduduk (KTP),kami siap dukung satu juta orang,” kata Bimbim sambil tertawa di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Minggu (4/10/2015).

Bimbim secara pribadi mengaku kagum dengan cara Ahok memimpin Jakarta. sang drumer legenda itu juga tak merasa keberatan dengan gaya pimpinan Ahok yang kerap tegas dalam mengatur Ibu Kota.

“Ahok itu revolusioner, kalo melihat dia marah-marah malah saya syukur-syukur. Saya ngefans sama Ahok” kata Bimbim.

Walau demikian, Bimbim Slank menjelaskan, pada dasarnya ia akan mendukung siapapun sosok pemimpin yang mempunyai visi untuk memajukan Jakarta.

“Selama sejalan,satu misi kita siap dukung” tandas Bimbim.

Masyarakat Miskin, Pemerintah Aceh Anggarkan Rp.33 M untuk Lapangan Golf



Masyarakat Miskin, Pemerintah Aceh Anggarkan Rp.33 M untuk Lapangan Golf
Gambar Ilustrasi
BANDA ACEH – Pemerintah Aceh melalui tim anggarannya (TAPA) tahun 2016 ini mengalokasikan anggaran untuk kelanjutan pembangunan lapangan golf di Lampuuk, Aceh Besar, senilai Rp.33 Miliar. Dinas Cipta Karya Aceh menyebut proyek itu untuk mendukung sektor pariwisata. Sedangkan pihak Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA) menilai angka itu terlalu besar, maka perlu dipangkas.


Anggota Komisi IV DPRA, dari Partai Gerindra, Drs. Abdurrahman Ahmad mengatakan, Pemerintah Aceh melalui TAPA ada mengalokasikan Rp.33 Miliar untuk kelanjutan penyelesaian proyek lapangan golf, setelah Komisi IV DPRA melakukan pembahasan bersama dengan mitra kerjanya, Dinas Cipta Karya Aceh.

Dalam lembaran usulan program dan kegiatan RAPBA 2016 itu, kata Abdurrahman, terlihat ada usulan anggaran Rp.33 miliar untuk kelanjutan penyelesaian lapangan golf Lampuuk. Usulan anggaran itu dinilai sejumlah anggota komisi IV cukup besar. Mereka bertanya akan digunakan untuk apa saja uang sebesar itu.

Menanggapi pertanyaan sejumlah anggota komisi IV, kata Abdurrahman, Kepala Dinas Cipta Karya Aceh, Ir. Zulkifli menjelaskan, anggaran itu akan digunakan untuk melanjutkan penyelesaian lapangan golf milik Pemerintah Aceh di Lampuuk yang tahun lalu rehabilitasi dan rekonstruksinya belum tuntas.

Untuk menuntaskan sisa pekerjaan tahun lalu, agar lapangan golf tersebut bisa difungsikan maksimal, menurut penghitungan konsultan perencana dan pengawas proyek lapangan golf tersebut, masih dibutuhkan sekitar Rp.33 miliar lebih.

Setelah Kadis Cipta Karya Aceh menjawab, sejumlah anggota Komisi IV kembali bertanya, apakah dengan anggaran sebesar itu pada tahun depan masih dibutuhkan anggaran puluhan miliar lagi, untuk menuntaskan fasilitas lain yang belum selesai dikerjakan tahun ini? Pertanyaan kedua anggota komisi IV itu, menurut Abdurrahman, tidak dijawab dengan tegas oleh pihak Dinas Cipta Karya Aceh.

Abdurrahman menilai, alokasi anggaran untuk kelanjutan proyek lapangan golf itu tergolong besar. Kalaupun memang dibutuhkan dana besar, seharusnya tak langsung sebesar itu. TAPA bisa mengalokasikan dalam RAPBA 2016 untuk tiga tahun, sehingga sisanya bisa digunakan untuk program yang mendesak lainnya.

Untuk mengurangi dan memangkas alokasi anggaran bagi kelanjutan pembangunan lapangan golf tadi, kata Abdurrahman, komisi IV tidak bisa langsung memangkasnya. Harus berkonsultasi dulu dengan Banggar DPRA dan TAPA.

Setelah dipangkas, anggaran itu akan digunakan ke mana, juga harus disepakati kembali oleh kedua belah pihak. Kepala Dinas Cipta Karya Aceh, Ir. Zulkifli yang dikonfirmasi Serambi kemarin mengatakan, anggaran itu akan digunakan untuk penyelesaian berbagai fasilitas di lapangan golf agar bisa beroperasi maksimal. “Tanah lapangan golf itu milik Pemerintah Aceh. Kalau tidak kita fungsikan untuk mendukung kegiatan pariwisata, maka lahannya akan digunakan pihak lain dan masyarakat sekitar untuk fungsi yang lain,” ujar Zulkifli.

Kepala Bidang Investigasi dan Advokasi MaTA, Hafidh berpendapat, dalam kondisi jumlah penduduk Aceh yang miskin masih banyak, maka belum sepantasnya TAPA memplot anggaran untuk penyelesaian pembangunan lapangan golf di Lampuuk senilai itu.

Anggaran Rp.33 miliar yang dialokasikan tahun ini oleh TAPA untuk kelanjutan pembangunan lapangan golf milik Pemerintah Aceh, menurut Hafidh, sangat besar. Maka harus dipangkas atau dirasionalkan. Alasannya, tahun lalu TAPA juga telah mengalokasikan dana puluhan miliar untuk objek yang sama. Apakah dengan alokasi tahun lalu lapangan golf itu, belum bisa digunakan?

Ia menilai, kalau membangun lapangan golf harus mengalokasikan dana mencapai di atas Rp 50 miliar itu sama artinya Pemerintah Aceh lebih mementingkan kesenangan masyarakat kelas atas, ketimbang mengurus penduduknya yang masih banyak miskin.

Jumlah penduduk Aceh yang miskin saat ini, sebut hafidh, sudah mencapai 17% lebih atau sekitar 969.000 orang lebih dari total penduduk 5,7 juta jiwa. Jauh di atas rata-rata nasional sekitar 11%.

Aceh yang tiap tahun menerima Dana Otsus 3,5 - 7,7 triliun rupiah, harusnya malu karena persentase penduduk miskinnya masih besar dibanding provinsi tetangganya Sumut yang tak terima Dana Otsus.

Hafidh mempertanyakan di mana hati nurani Gubernur, Wagub, DPRA, TAPA, dan SKPA. Apakah karena yang menjadi pengurus golf itu seorang yang berpangkat tinggi, lalu apa yang diminta harus dipenuhi?
 

“Kalau itu yang terjadi sekarang ini, sama artinya pejabat eksekutif dan legislatif di Aceh telah melanggar sumpah dan janjinya, karena lebih mengutamakan kepentingan kelompok elite ketimbang masyarakat miskin dan dhuafa,” demikian Hafidh.

Saturday, January 30, 2016

Sunday, August 23, 2015

Biasanya Wanita Datangi Abah Otong, Minta 'Burung' Suaminya di Gedein Bukan di Kecilin

Biasanya Wanita Datangi Abah Otong, Minta 'Burung' Suaminya di Gedein Bukan di Kecilin

Abah Otong @2015 DonyaLamBeuritacom















DonyaLamBeuritacom | Mempunyai ukuran penis yang besar sepertinya tidak selamanya disukai pasangan kita. Abah Otong (52) ahli membesarkan penis dari Kecamatan Keramatwatu, Kabupaten Serang, Banten, pernah diminta istri pasiennya untuk mengembalikan ukuran penis suaminya seperti ukuran semula.

"Datang dari Semarang sama suaminya. Istrinya ngotot, minta dikecilin. Karena sering pendarahan. Ya itu istri mudanya yang minta, kalau istri yang lama cocok sama ukurannya," kata Abah otong saat menceritakan pengalamannya terhadap pasien yang ditangani, Serang, Jumat (7/3).

Dirinya yang telah membuka praktik sejak tahun 1991 dengan cara akupuntur dan pijat mengaku bisa mengecilkan kembali alat vital yang telah dibesarkan, namun memang harus melalui proses yang cukup lama. 

"Prosesnya agak lebih lama, harus beberapa kali. Seperti main layangan saja, lebih mudah ninggiin tinggal ngulur, kalau mau nurunin kan mesti digulung," ujar pria paruh baya tersebut.

Abah mengungkapkan tidak hanya istri pasien yang gotot minta dikecilkan kembali, namun ada istri pasien yang ngotot melarang suaminya mengecilkan kembali ukuran penisnya. 

"Istrinya datang ngotot untuk larang suaminya ngecilin lagi juga pernah ada. Istrinya datang ke sini pada ribut, karena suaminya mau dikecilin lagi untuk kebutuhan pekerjaan," ujar Abah otong.

Dirinya mengaku tidak hanya mempunyai kemampuan memperbesar penis, namun juga mampu memperindah buah dada wanita seusia yang diinginkannya. 

"Payudara wanita juga bisa tapi pengerjaannya harus didampingi suaminya, dan saya didampingi istri saya," kata abah. [DLB/MP/01]

Terjaring Razia Narkoba, Artis Seksi Amel Alvi Memaki Wartawan

Terjaring Razia Narkoba, Artis Seksi Amel Alvi Memaki Wartawan
MAKASSAR - Artis sekaligus model seksi, Amel Alvi mengamuk saat petugas dari Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Selatan menggelar razia di sebuah diskotek di bilangan Jl. AP Pettarani, Sabtu (22/8) dini hari Wita.
Wanita cantik yang pernah terseret dalam kasus prostitusi online itu memarahi manajemen diskotek karena merasa razia narkoba, termasuk keharusan melakukan tes urine tidak tercantum di dalam kontraknya sebagai disc jokey (DJ).
"Di dalam kontrak kita tak ada razia-razia. Terus ini juga kenapa banyak wartawan di sini? Apa maksudnya ini semua," bentak Amel Alvi di hadapan manajemen diskotek maupun petugas BNNP.
Artis yang masih menyandang status sebagai tersangka itu juga sempat memaki wartawan dengan kata-kata kotor saat disorot kamera dan didekati para 'kuli tinta'. Kondisi ini memantik suasana menjadi gadung. Beruntung, kegaduhan bisa diredam petugas BNNP maupun kepolisian yang turut mengamankan razia narkoba.
Namun omelan Amel tidak membuatnya lolos dari tes urine sama seperti yang diterapkan petugas kepada seluruh pengunjung dan karyawan tempat hiburan malam tersebut.  Dalam razia tersebut, petugas hanya berhasil menjaring tiga pengunjung yang dinyatakan positif narkoba. Dua di antaranya perempuan.
Usai merampungkan hasil pemeriksaan, BNNP kembali melanjutkan razia di lokasi lainnya. Yakni sebuah rumah bernyanyi, milik salah satu hotel yang berlokasi di Jalan Tentara Pelajar.
Di lokasi tersebut, petugas hanya berhasil menjaring satu pengunjung pria yang positif narkoba. Tidak hanya itu, petugas juga menemukan sebuah bong yang disembunyikan di atas plafon kamar 352.
Kepala Bidang Pemberantasan BNNP Sulsel, AKBP Rosnah Tombo, menegaskan bahwa pihaknya masih akan melanjutkan razia di beberapa lokasi. Bagi yang terjaring, masih akan dilakukan proses lebih lanjut.
"Apalagi yang kami duga terlibat dalam jaringan peredaran narkoba," terangnya.(zaq-mp01/ian/jpnn)

Translate