Thursday, May 14, 2015

FORUM GEUCHIK, MENILAI PEMERINTAH ACEH UTARA LAMBAN IMPLEMENTASIKAN UU DESA


Ketua forum Geuchik Kabupaten Aceh Utara sedang memimpin Rakor Asgara, Senin (11/05/2015)


Lhoksukon - habaRAKYAT
Ketua Forum geuchik dalam 27 Kecamatan di Kabupaten Aceh Utara menilai pemerintah lambat dalam Mengimplementasikan Undang Undang Desa di Aceh Utara.
Geuchik sangat kawatir tentang pertanggung jawaban dana yang akan dicairkan oleh pemerintah nanti sedangkan Perbub sampai hari ini belum siap.
Keputusan perwakilan Geuchik akan melaksanakan Audiensi dengan DPRK dan Pemerintah Aceh Utara kedua meminta kepada pemerintah Aceh Utara memperjelaskan kepada Publik Dana 220 Milyar.
Geuchik Jailani mempertanyakan dana Aceh Utara deposito keluar Aceh sehinga uang tersebut hilang dengan sendiri.
Bupati Aceh Utara harus bertanggungjawab atas status uang tersebut sehingga masyarakat tau status Dana 220 Milyar.
Ketiga meminta kepada Pemerintah dan DPRK segera Merevisi Qanun Aceh Utara Nomor 04/2009 tentang Gampong sesuai dengan UU. No 6/2014 tentang Desa.
Keampat meminta kepada Pemerintah segera membayar Jerih Geuchik, Perangkat dan Tuha Peut Gampong periode Januari - Maret segera.
Kelima Sosialisasi Undang Undang Desa dan Regulasi turunannya harus segera dilakukan secara menyeluruh.
Pemerintah Aceh Utara segera menindak hal tersebut sehingga penerapan Otonomi Gampong tidak terdistorsi dan terfragmentasi sesuai kepentingan Oknum Pemerintah supra Gampong atau pelaku pendampingan.
Rakor Asgara ini dikuti Wilayah I dan Wilayah II yang dihadiri oleh DPC Asgara Syamtalira Bayu, Syamtalira Aron, Murah Mulia, Tanah Pasir, Samudra, Pirak Timi, Paya Bakong, Matang Kuli, Lapang, Tanah Luas, Lhoksukon, Baktiya, Tanah Jambo Aye dan Kecamatan Seunuddon.
Rakor Asgara ini berjalan lancar dan dipimpin oleh ketua Asgara Aceh Utara Muksalmina  senin (11/05/2015) di Lhoksukon Kabupaten Aceh Utara. (hR/Rais Azhar)

Tuesday, May 12, 2015

RILIS INFORMASI : EKS FASILITATOR PNPM-MPd KEMBALI DIBERIKAN HARAPAN


Bangunan talang guna untuk mengairi air kesawah masyarakat yang melintasi sebuah alur, dilaksanakan secara swakolola masayarakat didanai dengan dana BKPG. (Foto/hR/Syukri MD)


habaRAKYAT
Terkait pengakhiran Program Nasional Pemberdayaan Nasional Mandiri Perdesaan (PNPM-MPd), kini kembali mendapatakan angin segar yakni sebuah harapan akan penempatan tugas kembali bagi para eks Fasilitator yang sudah sejak berakhirnya kontrak kerja pada 31 Desember 2014 lalu sebahagian besar dari mereka telah jadi pengangguran. Dewan Pengurus Nasional (DPN) Ikatan Pelaku Pemberdayaan Masyarakat Indonesia (IPPMI) dengan Plt Dirjen PPMD–KEMENDESA pada tanggal 11 Mei 2015 menyampaikan rilis informasi hasil pertemuan, antara lain :
1.    Progress persiapan penempatan kembali seluruh fasilitator ex PNPM MPd di lokasi tugas lama saat ini adalah sebagai berikut:
a.   Proses restrukturisasi penggunaan utang Bank Dunia sudah memasuki tahap finalisasi (menunggu Bank Dunia memproses persetujuan internal) dan diharapkan dapat selesai dalam minggu ke-2 Mei 2015.
b.    Setelah ada kesepakatan dan penandatanganan restrukturisasi penggunaan sisa utang WB, tanda bintang DIPA akan dilepas di Kemenkeu yang diperkirakan selesai pada minggu ke-3 Mei 2015.
c.    DIPA selanjutnya dikirim ke Satker Dekon yang telah menyerahkan usulan resmi Satker provinsi ke Satker di Kemendesa. Saat ini sekitar 19 provinsi telah mengirimkan SK Satkernya. Diharapkan semua provinsi telah menyerahkan usulan Satkernya pada tanggal 23 Mei 2015.
d. Satker Provinsi yang telah menerima DIPA segera mengadministrasikan kontrak fasilitator ex PNPM MPd.
2.     Proses rekrutmen Pendamping Desa dilaksanakan secara nasional dengan tahapan sebagai berikut:
a.   Dilaksanakan pendaftaran secara online mulai awal bulan Juni 2015, sebagaimana Panduan Rekrutmen Pendamping Desa.
b.  Sakter Dekon Provinsi akan melakukan seleksi pasif dengan memberi ruang kepada kabupaten/kota untuk memberikan umpan balik dan masukan;
c.     Satker Dekon Provinsi menyusun short list sesuai persyaratan dan selanjutnya diajukan ke Satker Pusat untuk ditetapkan;
d.     Satker Dekon Provinsi melaksanakan seleksi aktif dengan didukung Satker Pusat;
e.   Bagi fasilitator ex PNPM MPd akan dilakukan evaluasi kinerja (sebagaimana reguler) yang waktunya masih akan ditetapkan (setelah 4 bulan atau akhir Desember 2015) sebelum melaksanakan tugas sepenuhnya sebagai Pendamping Desa.
3. Sehubungan dengan tugas khusus bagi fasilitator ex PNPM MPd untuk melakukan pendampingan penyelesaiaan dan penataan aset PNPM dan sekaligus melakukan pendampingan perencanaan dan pelaksanaan implementasi UU Desa, maka segera akan dilaksanakan pelatihan penyegaran pada awal penempatan kembali. Saat ini proses perancangan modul pelatihan penyegaran sedang dilaksanakan oleh Badan Penilitian Pengembangan Pendidikan Pelatihan dan Data Informasi - KEMENDESA. (Foto/hR/Syukri MD)

RILIS INFORMASI : EKS FASILITATOR PNPM-MPd KEMBALI DIBERIKAN HARAPAN


Friday, May 8, 2015

Ledakan Bom Molotov, Hampir Menghanguskan Rumah Zainal



Kondisi Rumah Zainal Abidin yang dilempari bom molotov oleh OTK, Jum'at (08/05/15)


Lhokseumawe, haba RAKYAT
Jum’at (08/05/2015) pada pukul 04:05 WIB dini hari, Kota Lhokseumawe telah digemparkan dengan terjadinya sebuah insiden yang nyaris menghanguskan rumah Zainal Abidin (60), warga Dusun Kapten Yusuf Desa Meunasah Mesjid Kecamatan Muara Dua, yakni diduga ledakan sebuah bom molotov yang dilemparkan oleh orang tak dikenal.
Sejumlah informasi yang dikumpulkan habaRAKYAT pada lokasi kejadian, sebelum terjadinya insiden tersebut salah seorang warga setempat Anwar (40) sempat mendengar suara sepeda motor yang berhenti tepat didepan rumah Zainal Abidin dan tak lama kemudian disusul dengan terdengarnya suara ledakan sehingga membuat warga sekitar terbangun dari tidur mereka.
“Begitu kaget warga mendengar suara ledakan yang ternyata berasal dari rumah Zainal, dan nyaris menghanguskan rumahnya itu. Namun warga setempat berhasil membantu medamkan api akibat dari ledakan tersebut”, ujar Anwar. Zainal Abidin kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polres Kota Lhokseumawe.
Dalam insiden ledakan tersebut tidak ada korban jiwa, hanya dua unit kursi yang berada diteras rumah korban hangus terbakar. Sementara pihak kepolisian masih melakukan penyidikan di tempat kejadian perkara (TKP). (hR/Syukri MD)

Friday, May 1, 2015

Inilah Beberapa Bahaya Pacaran yang Harus Anda Ketahui | Donya Lam Beurita

Inilah Beberapa Bahaya Pacaran yang Harus Anda Ketahui | Donya Lam Beurita

Inilah Beberapa Bahaya Pacaran yang Harus Anda Ketahui

Dalam islam, bahaya pacaran tidak diragukan lagi kebenarannya karena itu merupakan perbuatan yang jelas-jelas sudah dilarang dalam al-Quran. Namun sayangnya larangan tetap larangan, sedangkan orang yang mengerjakannya terus bertambah dari hari ke hari. Seolah-olah larangan telah berobah menjadi perintah, seperti pepatah bahasa Aceh "Ta tham lagee ta yue", yang artinya "kita larang bagaikan kita perintahkan". Untuk itu, tulisan-tulisan tentang bahaya pacaran perlu diperbanyak dan disebarkan agar para remaja khususnya dan siapa saja umumnya bisa mengerti dan menghindari perbuatan yang menjadi sumber perzinaan ini.

Beberapa Bahaya Pacaran Bagi Kaum Remaja

Tak dapat dipungkiri lagi bahwa kaum remaja lah yang paling rentan melakukan pacaran. Apalagi di akhir zaman ini, pacaran telah menjadi wabah yang hampir-hampir tak bisa dibendung lagi perkembangannya. Perkembangan teknologi yang semakin mutakhir telah mendobrak batas-batas pergaulan antara lelaki dan perempuan. Gadget yang canggih menjadi sarana paling efektif untuk memulai tindakan ini, sehingga tak aneh bila ada sebagian remaja yang malu bila tidak mempunyai pacar. Nauzubillah!

1. Pacaran menjadi awal terjadinya zina

Dalam al-Quran, Allah swt telah berfirman secara tegas untuk menhindari hal-hal yang bisa menjurus kepada perbuatan zina, dimana salah satunya adalah pacaran. Apalagi pacaran zaman sekarang, kalau tidak ada jalan-jalan rasanya kurang lengkap, kalau tidak berdua-duaan seolah tidak sah menjadi sepasang kekasih. Bila hal ini sudah dilakukan, besar kemungkinan akan terjerumus dalam perzinaan. Nauzubillah!

“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al Isra’: 32)

2. Pacaran dapat merusak masa depan

Seorang manusia yang hidup di dunia haruslah mempunyai cita-cita dan harapan yang ingin diraih. Bila itu tidak ada, maka hilanglah warna dunia. Dunia akan lesu, dan untuk menjadi khalifah di muka bumi seperti yang ditegaskan oleh Allah SWT sulit diwujudkan.

Pacaran, seperti yang terlihat sekarang tak dapat dipungkiri lagi adalah salah satu faktor yang menghalangi manusia dari tercapainya cita-cita. Bagaimana tidak, seorang gadis atau pemuda yang berpacaran hanya memikirkan kekasihnya, bahkan lebih jauh mereka akan membuang waktu dengan bermain-main berdua.

Dalam kaca mata agama, jelas itu dosa. Sedangkan dalam kamus keberhasilan, itu jelas penghalang utama kemajuan. Memang ada juga seseorang yang termotivasi dengan kekasihnya sehingga berhasil meraih cita-cita yang mereka dambakan. Tetapi kebanyakan kisah seperti ini adalah mereka tidak pernah bertemu dengan kekasihnya, apalagi membuang waktu dengan jalan-jalan atau semisalnya. Yang mereka lakukan hanya memendam saja perasaan cintanya dalam dada, kemudian itu dijadikan sebagai api pembakar semangat untuk meraih cita-cita, ya itu memang ada. Tapi ada berapakah kisah seperti itu?

Mungkin kita berkilah, mereka banyak kok yang pacaran tapi lihat sekarang, mereka telah jadi dokter, telah jadi pembisnis, telah jadi ini dan itu. Ya, bisa jadi mereka sukses walaupun setiap hari mereka habiskan untuk melakukan hubungan haram, namun seandainya mereka fokus dalam menjalani pelajarannya, mungkin kesuksesan mereka tidak sama dengan sekarang, tetapi lebih cemerlang dan lain daripada yang lain.

Apalagi perempuan, bila mereka telah jatuh cinta, hampir bisa dipastikan mereka akan banyak membuang waktu pada hal yang sia-sia. Karena memang sudah sifatnya perempuan itu sensitif, bila telah mencintai sulit berpikir yang lain selain kekasihnya. Ini memang telah dibuktikan semenjak dahulu.

3. Menyia-nyiakan harta orang tua

Jika engkau mengatakan pacaran itu gratis, tidak akan ada manusia yang percaya. Pacaran membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Terus darimana semua biaya itu didapat? Jelas jawabannya orang tua. Karena kebanyakan orang yang pacaran adalah para remaja, dan biasanya remaja belum mempunyai apa-apa. Sangat sulit mendapatkan seseorang dengan usia di bawah 25 tahun yang sudah mapan hidupnya. Padahal dalam usia inilah seseorang rentan melakukan pacaran.

Tidak semua orang tua itu orang kaya, kebanyakan malah harus memeras keringat untuk mendapatkan sedikit jajan buat anaknya. Ada yang sebagian malah berusaha menahan keinginan dirinya sendiri demi sang buah hati, mereka rela memupuskan asa walau untuk meneguk minuman dingin penuh warna, demi anaknya di sana. Tapi apa yang dilakukan sang anak, mereka bukan mempergunakannya untuk belajar atau pada tempat semestinya, tapi malah berfoya-foya dengan pasangannya, atau malah sedang asik minum minuman segar dengan anak gadis orang.

Akhirnya, pacaran tidak hanya mengundang murka Allah taa'la, tetapi juga turut mengkhianati orang tua.

Memang ada orang tua yang merelakan anaknya pacaran, tapi itu sangat sedikit. Kalau pun ada, maka patut dicurigai anak itu pun kadang lahir dari hubungan pacaran orang tuanya. Bisa jadi mereka ingin mengulang kisah yang sama pada anaknya, karena orang tua yang waras dan berpendidikan tidak akan merelakan anaknya dinikmati secara percuma, atau tidak akan membiarkan anaknya menikmati sebelum waktunya.

4. Pacaran terbukti secara ilmiah berbahaya

Seperti biasa, segala sesuatu yang telah diperintahkan syara' untuk menjalani atau menjauhinya pasti tersembunyi hikmah di situ, yang pada akhirnya akan terbukti secara ilmiah. Seperti halnya berdua-duaan dengan yang bukan mahram, baru-baru ini, sebuah riset ilmiah telah membuktikan sendiri kebenarannya.

Para peneliti di Universitas Valencia menegaskan bahwa seorang laki laki yang berduaan dengan seorang wanita menjadi pemicu utama naiknya sekresi hormon kortisol.
Kortisol adalah hormon yang bertanggung jawab terjadinya tegangan dalam tubuh. Meskipun subjek penelitian (seorang laki laki) yang diuji coba hanya dengan mengkhayalkan tentang seorang wanita dalam sebuah simulasi penelitian. Namun hal tersebut tidak mampu mencegah tubuh dari mengeluarkan hormon tersebut.

"Cukup anda duduk selama lima menit dengan seorang wanita. Dan anda akan membuktikan jika peningkatan hormon anda dalam proporsi tinggi betul betul nyata," inilah temuan studi ilmiah baru-baru ini yang dimuat pada Daily Telegraph!

Para ilmuwan mengatakan bahwa hormon kortisol sangat penting bagi tubuh dan berguna untuk kinerja tubuh tetapi dengan syarat mampu meningkatkan proporsi yang rendah, namun jika meningkatnya hormon dalam tubuh dan berulang terus proses tersebut, maka yang demikian dapat menyebabkan meningkatnya nafsu seksual.

Bentuk yang menyerupai alat proses hormon penelitian tersebut menyimpulkan bahwa tegangan yang tinggi hanya terjadi ketika seorang laki-laki berduaan dengan lawan jenis (bukan mahram), dan tegangan tersebut akan terus meningkat pada saat wanitanya memiliki daya tarik lebih besar!

Para peneliti mengatakan bahwa ketika ada lawan jenis disekitar pria, sang pria kemungkinan besar membayangkan bagaimana mulai membangun hubungan dengan sang wanita. Dan dalam penelitian lain, para ilmuwan menekankan bahwa situasi ini jika diulang (artinya jika keadaan seperti itu dibiarkan), bukan mustahil akan memunculkan berbagai penyakit kronis, masalah psikologis dan kehancuran moral yang teramat parah tingkatnya. Maka tak aneh lah bila Rasulullah saw selalu mengingatkan kita agar berhati hati terhadap wanita, bahwa bencana besar sepeninggal beliau berasal dari kaum wanita.

Sudah sejak 1500 tahun yang lalu Nabi saw bahkan memberi sinyal akan hal itu lewat sebuah hadits. "Tidaknya ada orang yang seorang laki-laki berkhalwat dengan wanita kecuali setan adalah yang ketiga."

Untuk itulah, bagaimanapun kita telusuri dan memaksakan diri untuk mencari nilai positif dari pacaran itu sangat sulit mendapatkannya, karena memang tidak ada. Kalau pun ada, pasti tidak sebanding dengan nilai negatif yang ditimbulkannya.


Penulis: al-Qurafy
Editor: Tgk Fahri

Translate